Selasa, 16 September 2008

ORANG YANG KITA PIKIR TIDAK ADA

Ada banyak hal yang diciptakan oleh Sang Pencipta, saking banyaknya kita tidak bisa menghitung, bahkan bila usia kita mencapai 100 th pun belum tentu kita dapat menemui dan menikmati semua ciptaanya.

Saat SMU banyak hal yang buat saya 'nggumun' baik binatang, tanaman, maupun manusia. Yang paling jadi perhatian saat itu adalah manusia, dalam hal karakterisrik. Dalam 3 tahun hidup saya di SMU Sang Pencipta berbaik hati menunjukkan banyak karakter dalam waktu berdekatan, malah beberapa karakter bersamaan.

Ada orang dengan pandangan hidup yang tidak pernah kita kira
Ada orang dengan gaya hidup yang tidak kita kira
Ada orang yang menjalankan hidup yang tak pernah sedikitpun terlintas dalam benak kita

Sejak kecil saya dikelilingi dengan suasana budaya dan psikolgi didalam keluarga, yang akhirnya membuat saya terbiasa untuk memaknai setiap hal. Dengan adanya banyak kejadian selama 3 th di SMU membuat saya mantap melangkah menuju pintu fakultas psikologi.

Setelah berkutat dengan teori dan kenyataan selama di bangku kuliah, pikiran saya semakin terbuka bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan manusia selama ia masih hidup, itulah yang membuat manusia survive dalam berbagai macam situasi dan jalan hidup. Tidak ada sifat dan karakter yang tidak mungkin.

Namun begitu, tetap saja rasa kaget dan 'nggumun' sering muncul saat menemui 'orang yang kita pikir tidak ada' itu. Rasanya tak kan pernah berkurang rasa kaget saya saat menemui keragaman makhluk Sang Maha Pencipta..........
Semoga kita terus diberikan kekuatan dan kemampuan untuk memaknai segala sesuatu sehingga kta bisa selalu bersyukur akan hidup dan kehidupan yang telah diberikanNya

1 komentar:

Maha_Dewi mengatakan...

Orang yg kita pikir tidak ada.
Aku sependapat dengan kamu. Kita memang nggak akan pernah tahu karakter orang sebenarnya. Lingkungan dan pergaulan sangat mempengaruhi seseorang. Dan setiap orang pasti berubah. Seseorang yg tadinya kita kenal pendiam, sekarang berubah menjadi cerewet, banyak teman dan "gaul", mungkin dia belajar sesuatu sehingga dia berubah.
Seseorang yang tadinya kita kenal pemalas, urakan, bergaya hidup berandalan, ketika bertemu dia sudah berubah menjadi ustad ataupun berjilbap. Ya, seseorang pasti akan berubah.
Lebih banyak bergaul dengan berbagai macam kelompok, dengan berbagai macam garis masyarakat, dari garis atau lapisan paling atas sampai ke yang paling bawah dapat menjadikan hidup ini lebih kaya dan berwarna.
Aku punya teman sangat kaya, punya banyak mobil, dia dapat pergi ke luar negeri kapanpun dia mau. Dia baik, dia dermawan, kelihatan bahagia, tapi kita nggak pernah tahu bagaimana perasaan dia sesungguhnya dengan keadaan dia yang tidak pernah tau siapa bapaknya dan dimana bapaknya.
Aku juga punya teman pemabuk, dari keluarga broken home, yang tidak pernah beribadah sekalipun.
Atau seorang lesbian dan banci sekalipun.
Sekarang masih dengan penyandang autis, orang yang kita pikir tidak ada.
Aku senang jalan-jalan, melihat orang-orang di jalan, di pasar, di stasiun atau dimanapun.
Hal itu menjadikan kita menjadi orang yang kaya dan berwarna, mungkin warna biru, jingga atau kadang-kadang hitam. Itu tidak apa-apa.
Rasakan yang belum pernah kamu rasakan. Mencoba sesuatu hal yg baru, tentu saja hal-hal yg positif dapat juga menjadikan kita menjadi orang yang nggak "nggumunan." keyy sayang...
Link aku juga ya....
Salam
Dewi