Kalau kehidupan dibayangkan sebagai kertas, maka setiap langkah dan waktu manusia dalam kehidupan ini adalah titik-titik yang terus menerus bertambah membentuk suatu garis, garis kehidupan, dan garis ini dapat menjadi suatu bentuk.
Dalam garis hidup yang telah tertuang pada kertas terdapat banyak rasa dan peristiwa, dan kadang terdapat titik-titik spesial pada garis tersebut. Ada pula titik yang menjadi titik balik dari suatu perjalanan hidup manusia.
Pada suatu titik ada keputus-asaan yang tak terpikirkan jalan keluarnya, tak terbayangkan cara apa yang dapat dilakukan untuk menyambung asa itu kembali. Tapi pada titik itu juga keputus-asaan menemukan jalan yang sumbernya berasal dari tempat tak terduga........Titik istimewa seperti itu saya yakini keberadaannya dan sering kali terjadi dalam garis hidup saya.
Dalam istilah Ayah saya:
"Hidup ini seperti orang yang sedang menjalankan kendaraan di jalanan, ada kalanya jalan tampak buntu, terhalang tembok kokoh. Namun bila kamu dekati, ternyata ada jalan yang bisa dilewati di dekat tembok itu"
Hmmmmm bila melihat tembok besar, kita bisa memutuskan titik apa yang akan kita buat pada kertas. titik kaburkah? titik menghancurkan kah? titik mendekatkah? semua itu kita yang putuskan. kita sendirilah yang membentuk titik itu dengan keputusan kita.
to be continue...........